online stats Bendera setengah tiang: Sejumlah Aktivis Tolak Pengibaran Bendera Setengah Tiang

Wednesday, March 25, 2009

Sejumlah Aktivis Tolak Pengibaran Bendera Setengah Tiang

KOMPAS, JAKARTA, SENIN - Sejumlah aktivis dan tokoh masyarakat menyerukan agar masyarakat menolak pengibaran bendera setengah tiang, sebagai tanda berkabung nasional atas meninggalnya Mantan Presiden Soeharto. Seruan itu disampaikan dalam deklarasi Maklumat Kebangkitan Nasional, di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (28/1).

Penggagas deklarasi, Direktur Eksekutif Walhi Chalid Muhammad mengatakan, tidak akan menduga bahwa respon dan penghormatan yang diberikan pada Soeharto demikian luar biasanya. "Responnya sangat luar biasa, baik dari pemerintah maupun media. Maka, kita juga patut mempunyai persepsi dan pandangan untuk merespon kejadian ini," ungkap Chalid.

Para deklarator ini juga menyampaikan pandangan bahwa meninggalnya Soeharto juga harus dijadikan momentum untuk membongkar segala kejahatan dan penyimpangan yang dilakukan rezim Orde Baru. Segala tindakan penguasa Orde Baru itu dinilai telah memberikan kontribusi bagi keterpurukan bangsa.

Sementara itu, deklarasi Maklumat Kebangkitan Nasional ini sengaja dilakukan untuk memperingati 100 tahun Kebangkitan Nasional (1908-2008). Romo Muji Sutrisno, salah seorang deklarator menyatakan, puncak peringatan Hari Kebangkitan Nasional pada bulan Mei 2008 mendatang harus dijadikan momentum untuk melepaskan Indonesia dari keterpurukan.

"Kita mudah sekali dipecah. Mengapa ini bisa terjadi? Kita harus membongkarnya melalui model pendidikan yang dijadikan sebagai gerakan penyadaran. Kita juga harus mampu berpikir lebih mikro dengan gerakan ini, agar lebih menyentuh tujuan yang ingin kita capai," tutur Romo Muji.

Melalui deklarasi ini diharapkan bangkitnya kehendak bangsa untuk menumbuhkan kemandirian, solidaritas dan soliditas bangsa.

Deklarator yang hadir antara lain, dari berbagai LSM seperti Infid, Human Rights Working Group, ELSAM, dan sejumlah tokoh lainnya. Selain itu, puluhan korban dari kerusakan lingkungan asal Soroako, dan Sidoarjo juga turut menyampaikan orasinya. (ING)

No comments:

Post a Comment