Peristiwa Mandor Berdarah pun Terlupakan
Pengibaran Setegah Tidak Merata
Pontianak,- Instruksi Gubernur tentang pengibaran bendera merah putih setengah tiang, mulai pukul 06.00-18.00 WIB, Kamis (28/6) kemarin ternyata belum sepenuhnya dilaksanakan. Ironisnya lagi, banyak warga yang mengaku tidak mengetahui kalau pada tanggal yang sama, 64 tahun yang silam telah terjadi peristiwa Mandor berdarah.
Berdasarkan hasil pantauan Pontianak Post di lapangan, didapati masih banyak warga yang tidak mengibarkan bendera setengah tiang di halaman pekarangan rumahnya. Keadaan ini sepertinya terjadi secara merata di sejumlah kawasan pemukiman penduduk yang ada di seputar wilayah Kota Pontianak.
Beberapa kawasan pemukiman penduduk yang tampak tidak mengibarkan bendera setengah tiang antara lain di sekitar Jalan Komyos Sudarso, Jalan Tebu, Jalan Tabrani Achmad, Jalan DR Wahidin, Jalan HM Suwignyo, Jalan Alianyang, Jalan Cemara dan masih banyak lagi yang lain.
Salah seorang warga Jalan HM Suwignyo yang dimintai komentarnya mengaku tidak tahu akan adanya instruksi gubernur atau walikota tentang pengibaran bendera setengah tiang. ”Kami mengetahui kalau hari ini ada pengibaran bendera setengah tiang. Lagi pula, pihak yang terkait juga tidak pernah memberitahukan sebelumnya,” kata warga yang enggan menyebutkan namanya ini.
Menyikapi komentar warga tersebut, Drs Maladi Noor, Kabid Infokom Kota Pontianak, mengaku kurang sependapat. Pasalnya, jauh hari sebelum pelaksanaan pengibaran bendera setengah tiang dilaksanakan, pihaknya telah melakukan upaya sosialisasi melalui mobil penerangan. Tak hanya itu saja, himbauan yang sama juga telah disampaikan kepada seluruh instansi pemerintahan yang ada di lingkungan kerja Pemkot Pontianak.
Upaya sosialisasi dirasa telah maksimal dengan dikeluarkannya surat edaran walikota Pontianak yang isinya menguatkan instruksi dari Gubernur Kalbar tentang pengibaran bendera setengah tiang sebagai tanda berkabung daerah. ”Saya secara pribadi mengaku amat sedih. Apresiasi warga terhadap peristiwa Mandor berdarah ternyata masih belum menggembirakan,” tuturnya. (go)
< href="http://benderasetengahtiang.blogspot.com/search/label/Lirik%20Lagu">bendera merah putih setengah tiang, mulai pukul 06.00-18.00 WIB, Kamis (28/6) kemarin ternyata belum sepenuhnya dilaksanakan. Ironisnya lagi, banyak warga yang mengaku tidak mengetahui kalau pada tanggal yang sama, 64 tahun yang silam telah terjadi peristiwa Mandor berdarah.
Berdasarkan hasil pantauan Pontianak Post di lapangan, didapati masih banyak warga yang tidak mengibarkan bendera setengah tiang di halaman pekarangan rumahnya. Keadaan ini sepertinya terjadi secara merata di sejumlah kawasan pemukiman penduduk yang ada di seputar wilayah Kota Pontianak.
Beberapa kawasan pemukiman penduduk yang tampak tidak mengibarkan bendera setengah tiang antara lain di sekitar Jalan Komyos Sudarso, Jalan Tebu, Jalan Tabrani Achmad, Jalan DR Wahidin, Jalan HM Suwignyo, Jalan Alianyang, Jalan Cemara dan masih banyak lagi yang lain.
Salah seorang warga Jalan HM Suwignyo yang dimintai komentarnya mengaku tidak tahu akan adanya instruksi gubernur atau walikota tentang pengibaran bendera setengah tiang. ”Kami mengetahui kalau hari ini ada pengibaran bendera setengah tiang. Lagi pula, pihak yang terkait juga tidak pernah memberitahukan sebelumnya,” kata warga yang enggan menyebutkan namanya ini.
Menyikapi komentar warga tersebut, Drs Maladi Noor, Kabid Infokom Kota Pontianak, mengaku kurang sependapat. Pasalnya, jauh hari sebelum pelaksanaan pengibaran bendera setengah tiang dilaksanakan, pihaknya telah melakukan upaya sosialisasi melalui mobil penerangan. Tak hanya itu saja, himbauan yang sama juga telah disampaikan kepada seluruh instansi pemerintahan yang ada di lingkungan kerja Pemkot Pontianak.
Upaya sosialisasi dirasa telah maksimal dengan dikeluarkannya surat edaran walikota Pontianak yang isinya menguatkan instruksi dari Gubernur Kalbar tentang pengibaran bendera setengah tiang sebagai tanda berkabung daerah. ”Saya secara pribadi mengaku amat sedih. Apresiasi warga terhadap peristiwa Mandor berdarah ternyata masih belum menggembirakan,” tuturnya. (go)
Pengibaran Setegah Tidak Merata
Pontianak,- Instruksi Gubernur tentang pengibaran bendera merah putih setengah tiang, mulai pukul 06.00-18.00 WIB, Kamis (28/6) kemarin ternyata belum sepenuhnya dilaksanakan. Ironisnya lagi, banyak warga yang mengaku tidak mengetahui kalau pada tanggal yang sama, 64 tahun yang silam telah terjadi peristiwa Mandor berdarah.
Berdasarkan hasil pantauan Pontianak Post di lapangan, didapati masih banyak warga yang tidak mengibarkan bendera setengah tiang di halaman pekarangan rumahnya. Keadaan ini sepertinya terjadi secara merata di sejumlah kawasan pemukiman penduduk yang ada di seputar wilayah Kota Pontianak.
Beberapa kawasan pemukiman penduduk yang tampak tidak mengibarkan bendera setengah tiang antara lain di sekitar Jalan Komyos Sudarso, Jalan Tebu, Jalan Tabrani Achmad, Jalan DR Wahidin, Jalan HM Suwignyo, Jalan Alianyang, Jalan Cemara dan masih banyak lagi yang lain.
Salah seorang warga Jalan HM Suwignyo yang dimintai komentarnya mengaku tidak tahu akan adanya instruksi gubernur atau walikota tentang pengibaran bendera setengah tiang. ”Kami mengetahui kalau hari ini ada pengibaran bendera setengah tiang. Lagi pula, pihak yang terkait juga tidak pernah memberitahukan sebelumnya,” kata warga yang enggan menyebutkan namanya ini.
Menyikapi komentar warga tersebut, Drs Maladi Noor, Kabid Infokom Kota Pontianak, mengaku kurang sependapat. Pasalnya, jauh hari sebelum pelaksanaan pengibaran bendera setengah tiang dilaksanakan, pihaknya telah melakukan upaya sosialisasi melalui mobil penerangan. Tak hanya itu saja, himbauan yang sama juga telah disampaikan kepada seluruh instansi pemerintahan yang ada di lingkungan kerja Pemkot Pontianak.
Upaya sosialisasi dirasa telah maksimal dengan dikeluarkannya surat edaran walikota Pontianak yang isinya menguatkan instruksi dari Gubernur Kalbar tentang pengibaran bendera setengah tiang sebagai tanda berkabung daerah. ”Saya secara pribadi mengaku amat sedih. Apresiasi warga terhadap peristiwa Mandor berdarah ternyata masih belum menggembirakan,” tuturnya. (go)
< href="http://benderasetengahtiang.blogspot.com/search/label/Lirik%20Lagu">bendera merah putih setengah tiang, mulai pukul 06.00-18.00 WIB, Kamis (28/6) kemarin ternyata belum sepenuhnya dilaksanakan. Ironisnya lagi, banyak warga yang mengaku tidak mengetahui kalau pada tanggal yang sama, 64 tahun yang silam telah terjadi peristiwa Mandor berdarah.
Berdasarkan hasil pantauan Pontianak Post di lapangan, didapati masih banyak warga yang tidak mengibarkan bendera setengah tiang di halaman pekarangan rumahnya. Keadaan ini sepertinya terjadi secara merata di sejumlah kawasan pemukiman penduduk yang ada di seputar wilayah Kota Pontianak.
Beberapa kawasan pemukiman penduduk yang tampak tidak mengibarkan bendera setengah tiang antara lain di sekitar Jalan Komyos Sudarso, Jalan Tebu, Jalan Tabrani Achmad, Jalan DR Wahidin, Jalan HM Suwignyo, Jalan Alianyang, Jalan Cemara dan masih banyak lagi yang lain.
Salah seorang warga Jalan HM Suwignyo yang dimintai komentarnya mengaku tidak tahu akan adanya instruksi gubernur atau walikota tentang pengibaran bendera setengah tiang. ”Kami mengetahui kalau hari ini ada pengibaran bendera setengah tiang. Lagi pula, pihak yang terkait juga tidak pernah memberitahukan sebelumnya,” kata warga yang enggan menyebutkan namanya ini.
Menyikapi komentar warga tersebut, Drs Maladi Noor, Kabid Infokom Kota Pontianak, mengaku kurang sependapat. Pasalnya, jauh hari sebelum pelaksanaan pengibaran bendera setengah tiang dilaksanakan, pihaknya telah melakukan upaya sosialisasi melalui mobil penerangan. Tak hanya itu saja, himbauan yang sama juga telah disampaikan kepada seluruh instansi pemerintahan yang ada di lingkungan kerja Pemkot Pontianak.
Upaya sosialisasi dirasa telah maksimal dengan dikeluarkannya surat edaran walikota Pontianak yang isinya menguatkan instruksi dari Gubernur Kalbar tentang pengibaran bendera setengah tiang sebagai tanda berkabung daerah. ”Saya secara pribadi mengaku amat sedih. Apresiasi warga terhadap peristiwa Mandor berdarah ternyata masih belum menggembirakan,” tuturnya. (go)







No comments:
Post a Comment